History Program Study


23 Sep 2020, 10:03 Yogi Ramdani Dibaca : 57


SEJARAH PEMBENTUKAN PROGRAM STUDI

SPESIALIS-1 JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

 

    Sejarah pembentukan program studi spesialis jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit/Dokter Hasan Sadikin Bandung, tidak terlepas dari sejarah terbentuknya Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular. Pembentukan Departemen ini merupakan hasil kerja keras para staff departemen dengan dukungan dari pimpinan Rektorat Universitas Padjadjaran, pimpinan Fakutas Kedokteran Universitas Padjadjaran, serta departemen-departemen yang terkait dengan proses pembentukan dan perkembangan pendidikan kardiologi dan pembuluh darah di institusi pendidikan ini.
Sejarah perkembangan pendidikan spesialisasi dalam bidang kardiologi dan kedokteran vaskular dimulai  dengan dibentuknya Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular pada tahun 2005 (Surat Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 831/J06/Kep/KP/2005 tanggal 30 April 2005).

    Surat Keputusan Rektor ini merupakan ujung dari usaha panjang mewujudkan Program Studi Dokter Spesialis Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD, dan awal dari perjuangan membangun dan mengembangkan departemen yang mengantisipasi kekurangan tenaga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta merespons perkembangan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah.  Saat itu jumlah dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Indonesia baru berjumlah 500 orang, padahal penyakit ini merupakan penyebab kematian utama pada penduduk Indonesia.

Kolegium Kardiologi Indonesia menyadari hal diatas dan dari awal 2004 telah melakukan persiapan pengembangan program studi kardiologi di Indonesia, yang mendapat dukungan dari Rektor UNPAD (29 November 2004). Pertemuan-pertemuan dengan Rektor dan Pembantu Rektor I UNPAD, Dekan UNPAD, Direktur dan Komite Medik RSHS, departemen-departemen terkait terutama Departemen Ilmu Penyakit Dalam dalam bulan Februari 2005 membuahkan Surat Keputusan Rektor diatas.  

Selama persiapan pembentukan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD berlangsung, para staf telah mulai mempersiapkan kurikulum pendidikan dengan mengacu kepada katalog kurikulum pendidikan dokter spesialis  kardiologi Kolegium Kardiovaskular Indonesia. Dengan terbentuknya Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD, segera dimatangkan kurikulum dan panduan pelaksanaan pendidikan program studi ini.

Perjanjian kerja sama kemudian dilakukan antara Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Nomor 26/PT02.FK.31/SK/2005 dan 01/J06.FK.47/SK/2005 tanggal 3 Juni 2005) untuk melakukan pembinaan dan pengembangan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiologi dan Penyakit Vaskular.

Setelah visitasi Kolegium Kardiovaskular Indonesia tanggal 25 Mei 2005, pada tanggal 18 Februari 2006 Kolegium Kardiovaskular Indonesia menetapkan bahwa Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD sebagai Pusat Studi Kardiovaskular Kategori II yang merupakan pusat studi binaan dibawah binaan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI. Pendidikan dalam program studi Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dimulai pada bulan Januari 2007 dengan 2 orang peserta yaitu dr. Sugiantoro, dan dr. Rien Afrianti, dan terus bertambah hingga menjadi 7 orang pada Januari 2009. Ketujuh PPDS tersebut menjalani masa-masa awal stase di PJNHK/Departemen Kardiologi FK-UI di Jakarta.

Setelah dilakukan visitasi oleh Kolegium Kardiovaskular Indonesia, yang disusul oleh visitasi oleh Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) pada tanggal 25 September 2008, pada tanggal 31 Desember 2008 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Penddikan Nasional menetapkan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD menjadi Pusat Studi Kardiovaskular yang mandiri (Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 4671/D/T/2008 tanggal 31 Desember 2008).

Setelah menjadi pusat studi yang mandiri, seleksi peserta PPDS sudah dilaksanakan di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD. Pada periode Maret 2009, diterima 4 peserta PPDS, dan langsung menjalani stase di Dept. Kardiologi-Kedokteran Vaskular FK.UNPAD/RS. Hasan Sadikin, Bandung. Di pertengahan stase, peserta PPDS FK UNPAD ini masih dikirim ke rumah sakit jejaring untuk menyelesaikan beberapa modul yang  belum begitu berkembang yaitu ke Pusat Jantung Nasional Harapan Kita/Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, dan Rumah Sakit Khusus Jantung Bina Waluya di Jakarta.
Saat ini (hingga Desember 2013) Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNPAD mempunyai 13 orang staf pengajar tetap, 5 Dosen luar Biasa, 48 orang PPDS, dan telah mewisuda 13 orang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.