10 Sep 2026, 19:53 Admin Dibaca : 11

Bandung, 5 Februari 2026. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Bandung menggelar skrining penyakit jantung bawaan (PJB) bagi anak-anak usia sekolah dalam rangka memperingati Congenital Heart Day. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (Congenital Heart Disease Awareness Week) 2026 yang digagas oleh Kelompok Kerja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI bersama Departemen Kardiologi FK Unpad.
Skrining menyasar siswa mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, termasuk santri pondok pesantren dan siswa sekolah luar biasa. Pemeriksaan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pemeriksaan fisik dan tanda vital hingga pencitraan ekokardiografi bagi anak yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang telah ada sejak lahir, dengan prevalensi diperkirakan mencapai 9–10 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal kehidupan, namun dapat berakibat fatal apabila terlambat terdeteksi dan ditangani.

Program skrining berskala nasional ini turut meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori deteksi dini penyakit jantung bawaan secara serentak kepada anak terbanyak. Partisipasi Bandung dalam rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen PERKI Bandung dan Kardiologi Unpad dalam memperluas akses skrining jantung bagi generasi muda di Jawa Barat, sekaligus mendukung upaya membangun registri nasional penyakit jantung bawaan Indonesia.